Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung
arti bahwa komputer memainkan peranan penting
dalam sebuah sistem informasi. Secara teori,
penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak
harus menggunakan komputer dalam kegiatannya.
Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem
informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan
dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem
Informasi yang akurat dan efektif, dalam
kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah
“computer-based” atau pengolahan informasi yang
berbasis pada komputer.
Penggunaan sistem infromasi yang sangat
kompleks tersebut diimbangi dengan
perkembangan kemajuan teknologi informasi akan
dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan
berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat,
tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan
meningkatkan produktivitas. Perkembangan
teknologi informasi memperlihatkan
bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang
berbasis pada teknologi ini, seperti e-government,
e- commerce, e-education, E-Medicine, e-elaboratory,
dan lainnya, yang kesemuanya itu
berbasiskan elektronika. [Wayan Wardiana, 2002].
Penggunaan teknologi tersebut dapat melalui
fasilitas-fasilitas e-mail, web-site, pengisian
formulir-formulir online dan lain sebagainya.
Pada dunia berkembang, khususnya di Indonesia,
dari hasil survey oleh ICT Indonesia, setiap 11
orang per 1000 penduduk pengguna internet
terdapat 58.500 orang yang menggunakan
komputer dari level pendidikan tinggi, sedangkan
pengguna internet sebanyak 4 juta penduduk. Di
negara maju, penggunaan teknologi informasi di
dunia kesehatan dimulai dengan pelayanan
kesehatan yang bersifat offline yang dilanjutkan
dengan pelayanan online dengan memanfaatkan
kemajuan teknologi tersebut.
Menurut Kim Than Win, pada akhir tahun 60an dan
awal tahun 70an, dimulai pelayanan kesehatan
secara online dengan mencari data-data kesehatan
di situs-situs yang telah disediakan, walaupun hal
tersebut masih sebatas di dalam lingkup sendiri,
Perkembangan E-Medicine di Dunia Berkembang - 2
Hig
Lo
Teleoperati
Telediagnos
Teleconsultin
E-Learning
Telemeeting
Telemonitoring
Industrializat Development Research
atau yang sering disebut Intranet, dan juga kerja
sama dengan beberapa dokter spesialis.
Sekitar tahun 80an, beberapa data yang tersimpan
dalam sistem komputer mulai digunakan pada
kegiatan pengobatan yang dihubungkan secara
terintegrasi dengan sistem informasi rumah sakit
yang telah bekerja sama dan dapat diakses melalui
internet.
PENGERTIAN TELE MEDICINE
Awal digunakankan system telemedicine atau EMedicine secara tradisional masih menggunakan videoconferencing secara real time yang menghubungkan jadwal telemedicine dengan lokasi seorang pasien. Menurut Bayer et al, 1997 dan Shannon et all, 1986, masalah telemedicine dan layanan kesehatan telah di pelajari sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Telemedicine adalah konsep umum yang menerapkan teknologi komunikasi elektronik atau teknologi telekomunkasi yang dapat mengirimkan informasi tentang daftar segala jenis penyakit. Telemedicine termasuk juga didalamnya adalah tele-education, yang termasuk e-learning dan teleinformation bagi seorang pasien Kebutuhan yang digunakan pada sistem Telemedicine adalah penggunaan fax, pesawat telepon untuk bertukar informasi melewati transmisi dan mengevaluasi citra seperti radiographs atau gambar dari luka atau penyakit dalam pengambaran video conference secara interaktif, yang sangat mudah dan sudah tidak asing lagi bagi semua pasien dan juga penempatan atau lokasi alat komunikasi yang mudah terdapat dimana-mana. Namun pada kemajuan teknologi tersebut, beberapa kelemahan yang ditemukan dari system E-Medicine adalah susahnya berhubungan dengan system yang ada untuk mencari data penyakit secara rinci yang diinginkan dalam pencarian informasi suatu penyakit. [Christopher Lau,2002, Amir dan Mojtaba] Telemedicine atau E-Medicine, sudah digunakan secara rutin sejak awal tahun 1990an. Menurut Jiang Tian dan Huglory Tianfield, E-Medicine juga mempunyai dampak yang besar pada sistem kesehatan secara tradisional. Penggunaan system EMedicine adalah pada pengiriman data kesehatan melalui informasi yang terintegrasi, komunikasi, dan teknologi human machine interface.
CONTOH TELE MEDICINE
E-Medicine dikembangkan untuk memudahkan para pasien mengirimkan informasi secara multimedia seperti dengan penggunaan video dan audio kepada para dokter. Pasien-pasien tersebut juga di monitor melalui kuesener self assessment yang diisikan secara multiple choice. Selain penggunaan di atas, E-Medicine juga dapat menggunakan sensor smart audio untuk mengekstrak infromasi dengan suara pada aplikasinya. EMedicine terdiri dari teknk e-monitoring dengan computer pintar melalui jaringan komunikasi [Dan Istrate et all] Aplikasi E-Medicine dapat diklasifikasikan sebagai
(1). Kesehatan dan pengobatan seumur hidup,
(2). Informasi kesehatan perorangan,
(3). Konsultasi jarak jauh,
(4). Pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Teknologi dan metode yang baru akan selalu di kembangkan dan di release agar menjadi model E-Medicine yang potensial Penerapan E-Medicine sangat menguntungkan dalam menginformasi kesehatan jarak jauh, social dan kultur, hal tersebut dikarenakan dapat menghemat tenaga dan waktu. E-Medicine merupakan aplikasi yang sangat luas, bermula dari diagnostic (seperti teleradiology), perlakuan, melalui telesurgery atau telementoring dimana seorang dokter spesialis bertindak sebagai guide. Sistem E-Medicine yang baik menggunakan teknologi yang maju seperti Video Conference, Audio Conference, Audio Grafik, Multimedia Interaktif dan penggunaan teknologi jaringan. Teknologi-teknologi tersebut dapat menjadikan mamajukan pelayanan E-Medicine.
PENGERTIAN TELE MEDICINE
Awal digunakankan system telemedicine atau EMedicine secara tradisional masih menggunakan videoconferencing secara real time yang menghubungkan jadwal telemedicine dengan lokasi seorang pasien. Menurut Bayer et al, 1997 dan Shannon et all, 1986, masalah telemedicine dan layanan kesehatan telah di pelajari sejak lebih dari 50 tahun yang lalu. Telemedicine adalah konsep umum yang menerapkan teknologi komunikasi elektronik atau teknologi telekomunkasi yang dapat mengirimkan informasi tentang daftar segala jenis penyakit. Telemedicine termasuk juga didalamnya adalah tele-education, yang termasuk e-learning dan teleinformation bagi seorang pasien Kebutuhan yang digunakan pada sistem Telemedicine adalah penggunaan fax, pesawat telepon untuk bertukar informasi melewati transmisi dan mengevaluasi citra seperti radiographs atau gambar dari luka atau penyakit dalam pengambaran video conference secara interaktif, yang sangat mudah dan sudah tidak asing lagi bagi semua pasien dan juga penempatan atau lokasi alat komunikasi yang mudah terdapat dimana-mana. Namun pada kemajuan teknologi tersebut, beberapa kelemahan yang ditemukan dari system E-Medicine adalah susahnya berhubungan dengan system yang ada untuk mencari data penyakit secara rinci yang diinginkan dalam pencarian informasi suatu penyakit. [Christopher Lau,2002, Amir dan Mojtaba] Telemedicine atau E-Medicine, sudah digunakan secara rutin sejak awal tahun 1990an. Menurut Jiang Tian dan Huglory Tianfield, E-Medicine juga mempunyai dampak yang besar pada sistem kesehatan secara tradisional. Penggunaan system EMedicine adalah pada pengiriman data kesehatan melalui informasi yang terintegrasi, komunikasi, dan teknologi human machine interface.
CONTOH TELE MEDICINE
E-Medicine dikembangkan untuk memudahkan para pasien mengirimkan informasi secara multimedia seperti dengan penggunaan video dan audio kepada para dokter. Pasien-pasien tersebut juga di monitor melalui kuesener self assessment yang diisikan secara multiple choice. Selain penggunaan di atas, E-Medicine juga dapat menggunakan sensor smart audio untuk mengekstrak infromasi dengan suara pada aplikasinya. EMedicine terdiri dari teknk e-monitoring dengan computer pintar melalui jaringan komunikasi [Dan Istrate et all] Aplikasi E-Medicine dapat diklasifikasikan sebagai
(1). Kesehatan dan pengobatan seumur hidup,
(2). Informasi kesehatan perorangan,
(3). Konsultasi jarak jauh,
(4). Pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Teknologi dan metode yang baru akan selalu di kembangkan dan di release agar menjadi model E-Medicine yang potensial Penerapan E-Medicine sangat menguntungkan dalam menginformasi kesehatan jarak jauh, social dan kultur, hal tersebut dikarenakan dapat menghemat tenaga dan waktu. E-Medicine merupakan aplikasi yang sangat luas, bermula dari diagnostic (seperti teleradiology), perlakuan, melalui telesurgery atau telementoring dimana seorang dokter spesialis bertindak sebagai guide. Sistem E-Medicine yang baik menggunakan teknologi yang maju seperti Video Conference, Audio Conference, Audio Grafik, Multimedia Interaktif dan penggunaan teknologi jaringan. Teknologi-teknologi tersebut dapat menjadikan mamajukan pelayanan E-Medicine.

